twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Friday, November 20, 2009

Oleh Dwi Putri Setyowati.

“PENGARUH FREKUENSI PENERBANGAN TERHADAP JUMLAH SEAT YANG TERJUAL PADA PT. GARUDA INDONESIA JAKARTA - DENPASAR BULAN OKTOBER 2007 – SEPTEMBER 2009”.



BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dunia penerbangan khususnya penerbangan komersial berkembang cukup cepat seiring dengan perkembangan perekonomian dan teknologi. Perkembangan ini semakin terasa era globalisasi. Sering dengan itu maka semakin dibutuhkannya alat transportasi yang cepat dan dapat mendukung globalisasi itu sendiri. Hal itu juga di dukung dengan berkembangnya teknologi dan dengan di ciptakannya pesawat terbang yang semakin canggih.

Peranan transportasi sangat penting pada saat ini seiring semakin meningkatnya pertumbuhan arus penumpang dan barang, pemerintah mulai membenahi sistem transpotasi di bidang transportasi udara. Dengan keterbatasan yang ada dalam pemberian jasa transportasi inilah baik di tinjau dari segi ilmu, teknologi dan sumber daya.

Dunia transportasi yang semakin berkembang khususnya di sektor perhubungan udara dimanfaatkan oleh para pengusaha jas transpotasi udara untuk memperluas dan memperbanyak pesawat. Mobilitas masyarakat yang semakin lama semakin tinggi, memgakibatkan jasa transpotasi udara semakin menjamur. Dengan menggunakan transportasi udara sampai ditempat tujuan secara cepat dan aman menjadi dambaan setiap konsumen. Tingginya mobilitas membawa konsekuensi bagi pelaku bisnis juga transportasi udara ini untuk semakin bersaing dalam dunia usaha penerbangan.

Bagi industri jasa penerbangan, maraknya perusahaan penerbangan membawa dua skenario : pertama, persaingan lebih hidup. Masing-masing perusahaan memberikan harga paling kompetitif dan pelayanan yang optimal agar bisa menarik penumpang dan memenangkan persaingan, karena hanya perusahaan penerbangan yang memberikan pelayanan excellence dan sangat efisien yang akn keluar sebagai pemenang.

Kedua, maraknya persaingan mengakibatkan para perusahaan penerbangan melakukan perang harga, perusahaan yang merugi tidak akan bias menamkan frekuensi baru sehingga akan gugur satu persatu. Hanya perusahaan yang tetap menjadi penumpang yang akan bertahan. Dalam usahanya untuk dapat menarik penumpang, para industry jasa penerbangan hendaknya lebih peka terhadap keinginan penumpang. Untuk itulah, maka perusahaan perlu menilai factor-faktor apa saja yang akan mempengaruhi kepuasan pelanggannya dan apakah telah memenuhinya. Misalnya dengan melakukan pengaturan distribusi (frekuensi penerbangan) berimbang dan terarah. Frekuensi penerbangan merupakan jumlah penerbangan dari tempat asal ke tempat tujuan dalam kurun waktu tertentu.

Pemilihan atas penggunaan tipe pesawat juga berpengaruh dalam menentukan frekuensi penerbangan, dimana pilihan penggunaan tipe pesawat kecil dengan tingkat frekuensi penerbangan yang rendah yang pada akhirnya dapat menentukan laba/ keuntungan perusahaan.

Guna dapat berkompetisi, garuda Indonesia Jakarta melakukan strategi bisnis dalam memenangkan pasar dengan menigkatkan pemasaran, penjualan, ketepatan waktu, kualitas pelayanan dan analisis pembauran marketing.

Adapun ketertarikan penulis untuk melakukan penelitian pada PT. Garuda Indonesia karena penerbangan ini merupakan penerbangan pertama di Indonesia yg memiliki citra perusahaan yang tinggi di mata masyarakat dan merupakan penerbangan internasional.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk memilih judul “PENGARUH FREKUENSI PENERBANGAN TERHADAP JUMLAH SEAT YANG TERJUAL PADA PT. GARUDA INDONESIA JAKARTA - DENPASAR BULAN OKTOBER 2007 – SEPTEMBER 2009”.

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah tersebut, maka penulis mengidentifikasi masalahnya adalah :

a. Frekuensi penerbangan pada bulan oktober 2007 – September 2009.

b. Permintaan seat rute Jakarta-Denpasar pada bulan oktober 2007-september 2009.

c. Hubungan antara frekuensi penerbangan dengan jumlah seat yang terjual pada rute Jakarta-Denpasar.


2. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan diatas, penulis hanya membatasi permasalahan mengenai tingkat frekuensi penerbangan dan jumlah seat yang terjual untuk rute Jakarta-denpasar pada PT. Garuda Indonesia Airline Jakarta bulan oktober 2007- September 2009.

3. Pokok Permasalahan

a. Seberapa besar perkembangan frekuensi penerbangan untuk rute jakatra-Denpasar pada PT. Garuda Indonesia bulan oktober 2007- September 2009 ?

b. Seberapa besar perkembangan seat yang terjual untuk rute Jakarta-Denpasar pada PT. Garuda Indonesia pada bulan oktober 2007- September 2009 ?

c. Apakah ada hubungan antara tingkat frekuensi penerbangan dengan jumlah seat yang terjual untuk rute Jakarta-Denpasar bulan oktober 2007- September 2009 ?

C. Tujuan dan manfaat penelitian

1. Tujuan penelitian

Secara sederhana, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui perkembangan frekuensi penerbangan rute Jakarta-Denpasar selama bulan Oktober 2007 – September 2009.

b. Untuk mengetahui perkembangan seat yang terjual untuk rute Jakarta-denpasar selama bulan Oktober 2007- September 2009.

c. Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi penerbangan dengan jumlah seat yang terjual rute Jakarta-denpasar bulan Oktober 2007- Septembar 2009.

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah;

a. Bagi Penulis

1. Guna memperluas wawasan pengetahuan penulis mengenai transportasi udara dan pemasaran jasa transportasi udara.

2. Sebagai bekal bagi penulis untuk mengaplikasikan teori yang di dapat pada dunia kerja secara nyata.

b. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi PT. Garuda Indonesia sebagai bahan masukan dan evaluasi perusahaan guna meningkatkan volume penjualan dalam mencapai tujuan perusahaan.

c. Bagi Masyarakat

Untuk menambah wawasan masyarakat mengenai strategi penjualan PT. Garuda Indonesia serta pengaruh frekuensi penerbangan terhadap jumlah seat yang terjual

D. Hipotesis

“hipotesis adalah suatu anggapan yang mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan / pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut”. Menurut J. Supranto ( 2000:124)

Hipotesis dari penelitian ini adalah diduga ada hubungan antar frekuensi penerbangan dengan jumlah seat yang terjual Jakarta-Denpasar bulan Oktober 2007- September 2009.

E. Metodologi Penelitian

1. Jenis dan sumber data

Menurut Supramono dan Sugiarto ( 1993:10-11) bahwa data dapat di klasifikasikan menurut jenisnya berdasarkan 4 kriteria yang disajikan dalam table berikut:

Tabel 1.1

Jenis Data Berdasarkan Empat Kriteria

kriteria

Jenis

Keterangan

1. sifatnya

a. kualitatif

Data yang besifat menggolongkan saja


b. kuantitatif

Data yang bebentuk angka

2. sumbernya

a. internal

Data yg menggambarkan keadaan



Dalam


b. eksternal

Data yang menggambarkan tentang keadaan diluar organisasi

3. cara memperolehnya

a. primer

Data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti lansung dari responden.


b. sekunder

Data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi yaitu diolah dan disajikan oleh pihak laen.

4. Waktu pengumpulan

a. Cross section

Data yang dikumpulkan pada waktu tertentu saja


b. Time series

Data yang dikumpulkan dari beberapa tahapan waktu.

Sumber : Suparmono dan Sugiarto (1993:10-11)

a. Jenis data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif (data numeric) dan data kualitatif (data kategori) perusahaan.

b. Sumber data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang sudah ada / data berdasarkan dokumentasi perusahaan. Data tersebut dalam bentuk jumlah distribusi frekuensi dan jumlah seat yang terjual rute Jakarta-Denpasar periode bulan Oktober 2007-September 2009.

2. Populasi dan Sample

Populasi adalah wilayah generasilasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang kuantitas dan karakteristil tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (sugiono, 2006:55). Adapun populasi data dalan penelitian ini merupakan obyek secara keseluruhan yaitu jumlah frekuensi penerbangan dan jumlah seat yang terjual seluruh tahun.

Sample adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (sugiono, 2006:56). Adapun sample yang diambil dalam penelitian ini pada bulan Oktober 2007-September 2009 terhadap frekuensi penerbangan dan seat yang terjual. Sample ini dilakukan untuk mempermudah untuk melakukan penelitian.

3. Metode Pengumpulan Data

a. Riset Lapangan (field research)

Dalam metode ini penelitian dilakukan secara langsung pada objek penelitian, yaitu perusahaan yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan memperoleh data sekunder, yaitu dengan cara mempelajari statistik perkembangan frekuensi penerbangan dan penjualan seat. Selain itu penulis melakukan pengamatan secara langsung (observasi) pada PT. Garuda Indonesia.

b. Riset Pustaka (Library Research)

Untuk dapat melengkapi data yang dibutuhkan, penulis menggunakan beberapa literature, teks book, serta dokumen-dokumen yang ada dan berhubungan dengan masalah yang diteliti.

4. Metode Analisis Data

Pemecahan Masalah penelitian dalam penyusunan skripsi ini dilakukan melalui teknik analisis data yang diperoleh disusun berdasarkan 2 variabel (mencari hubungan) yaitu variable bebas (x) dan variable terikat (y).

Variabel bebas disini adalah frekuensi penerbangan sedangkan variabel terikatnya adalah jumlah seat yang terjual pada PT. Garuda Indonesia.

a. Persamaan Garis Regresi

Digunakan untuk mencari hubungan proposional antara variabel X dan Variabel Y, yaitu jika X naik maka Y naik. Adapun persamaan garis regrasi adalah : (J.Supranto 2000:174)

Y = a + bX

Dimana :

X = Variabel bebas (frekuensi penerbangan)

Y = Variabel terikat (jumlah seat yang terjual)

a = Bilangan tetap

b = Koefisien regersi

untuk mencari nilai a dan b adalah :

a = - b

___ ___

n n

b = n [ () – () ()]

_____________________

n () – ()²

b. Analisis Koefisien Korelasi

Suatu metode statistika yang digunakan untuk mengetahui kuat tidaknya derajat hubungan garis lurus (linier) antara dua variabel atau lebih, nilai koefisien korelasi ini paling sedikit -1 dan paling besar +1, jika dibuat persamaan dapat dinyatkan sebagai berikut : -1<>

1. Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatkan sangat kuat negative.

2. Jika r = +1 atau mendekati +1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatakan sangat kuat dan positif.

3. Jika r = 0, maka tidak ada hubungan antara kedua variabel atau hubungan sangat lemah.

Rumus :

n ∑XY - ∑X ∑Y

r = --------------------------------------------

Keterangan :

r = koefisien korelasi X dan Y

n = ∑ sampel

X = Variabel Independen ( frekuensi penerbangan )

Y = Variabel Dependen ( jumlah seat yang terjual )

Tabel I.2

Pedoman untuk memberi interpretasi koefisien korelasi

INTERVAL

TINGKAT HUBUNGAN

0,00 – 0,199

Sangat Rendah

0,20 – 0,399

Rendah

0,40 – 0, 599

Sedang

0, 60 – 0,799

Kuat

0,80 – 1,000

Sangat Kuat

sumber : Sugiyono (2006: 216)

c. Koefisiensi Penentu ( KP )

Digunakan untuk mengetahui berapa besar kontribusi / pengaruh dari variabel X terhadap naik turunnya variabel Y dengan rumus ( J.Suprapto 2000:153):

KP = r² x 100 %

Keterangan :

KP = Koefisien Penentu

R = Koefisien Korelasi X dan Y

F. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang masalah penulisan, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, hipotesis dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini dijelaskan mengenai teori manajemen pemasaran, strategi pemasaran, bauran pemasaran, pengertian frekuensi penerbangan dengan seat yang terjual.

BAB III GAMBARAN UMUM PT. GARUDA INDONESIA JAKARTA

Dalan bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum PT. Garuda Indonesia yaitu sejarah berdirinya PT. Garuda Indonesia, Organisasi dan manajemen, bidang usaha dari PT. Garuda Indonesia.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini menjelaskan analisis frekuensi penerbangan, analisis seat yang terjual dan analisis hubungan frekuensi penerbangan dengan seat yang terjual.

BAB V PENUTUP

Berisikan mengenai kesimpulan dari hasil analisis pembahasan, serta menyampaikan saran-saran yang mungkin bermanfaat bagi PT. Garuda Indonesia.

Monday, November 2, 2009

Oleh Anditia.

“ANALISIS PENGARUH STATUS KARYAWAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CHECK – IN COUNTER PADA PENUMPANG GARUDA INDONESIA TAHUN 2009”.



BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Bagi setiap perusahaan, karyawan adalah asset yang sangat berharga, karena karyawan menjadi perencana dan pelaku aktif dari setiap aktivitas perusahaan. Perusahaan penerbangan menghasilkan produk berupa jasa penerbangan, sebagian besar karyawannya berinteraksi langsung dengan penumpang. Maka itu jika gairah kerja karyawan tersebut menurun akan mempengaruhi hasil pelayanan yang diterima oleh penumpang.

Ada dua hal yang harus dilakukan untuk membangan hubungan yang baik dengan penumpang, pertama, kita harus menyukai penumpang. Dalam bisnis pelayanan, berinteraksi dengan penumpang sangat penting, maka itu harus melayani dengan tulus dan ihlas. Karena pelayanan yang benar adalah pelayanan yang bisa dinikmati oleh kedua belah pihak, yaitu penumpang dan pihak yang memberi jasa.

Kedua, harus melihat pekerjaan sebagai panggilan bukan sekedar tugas. Bukankah tujuan hidup manusia di dunia ini untuk melayani orang lain? Pekerjaan di perusahaan airline bukan “menerbangkan orang dari satu tempat ke tempat yang lain” tugas yang sebenarnya “melayani orang lain (penumpang)”. Orang yang memahami tujuan hidupnya untuk melayani, senantiasa memberi. Dengan demikina apapun yang kita dapat sebagai imbalan adalah konsekuensi dari perbuatan ‘memberi’ yang kita lakukan.

Salah satu upaya untuk memelihara dan meningkatkan semangat kerja karyawan adalah status karyawan. Perusahaan Garuda Indonesia adalah perusahaan besar yang memiliki banyak sekali karyawan. sejak tahun … perusahaan Garuda Indonesia kurang membuka peluang pada calon karyawan untuk menjadi karyawan tetap, perusahaan Garuda Indonesia lebih memilih menggunakan karyawan kontrak.

Semua karyawan tetap Garuda Indonesia mendapat berbagai kompensasi dan fasilitas yang tidak bisa dinikmati oleh karyawan kontrak. Dengan alasan menekan biaya yang seharusnya perusahaan keluarkan untuk kesejahteraan karyawan, maka perusahaan Garuda Indonesia mengambil keputusan menggunakan karyawan kontrak yang tidak perlu diberi kompensasi dan fasilitas seperti karyawan tetap.

Tugas karyawan check – in counter adalah memriksa tiket dan bagasi yang dibawa penupang. Pelayanan ini langsung berinteraksi pada penumpang maka, keramahtamahan menjadi hal penting dalam pelayanan check – in counter. Bisa dibayangkan jika karyawan ini kurang bersemangat saat memberikan pelayanan pada penumpang.

Hal ini dirasa kurang adil, karena sering sekali karyawan kontrak dan karyawan tetap mendapatkan tugas yang sama. Ketidak adilan ini bisa mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan pada penumpang. Maka penulis mengambil judul “ANALISIS PENGARUH STATUS KARYAWAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CHECK – IN COUNTER PADA PENUMPANG GARUDA INDONESIA TAHUN 2009”.

B. Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah status karyawan yang bisa mempengaruhi kualitas pelayanan check – in counter. Adapun identifikasi masalahnya adalah:

a. Masalah kualitas pelayanan check – in counter.

b. Masalah status karyawan PT Garuda Indonesia.

c. Masalah penyetaraan kompensasi dan fasilitas yang diterima karyawan.

d. Masalah tugas yang dibebankan pada setiap karyawan.

e. Masalah pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter.

2. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dijabarkan diatas, penelitian ini dibatasi pada masalah pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia tahun 2009.

3. Pokok Permasalahan

Untuk mengetahui pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia tahun 2009, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah:

a. Bagaimana pengaruh status karyawan terhadap kompensasi dan fasilitas perusahaan.

b. Bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan karyawan kontrak.

c. Apakah ada pengaruh status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia.

b. Untuk mengetahui pengaruh status karyawan terhadap pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia.

c. Untuk mengetahui kompensasi yang diterima karyawan kontrak.

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut:

a. Bagi Peneliti,

Dalam hubungan dengan penyelesaian studi diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta mampu mempraktekkan teori-teori yang telah di dapat selama mengikuti pendidikan.

b. Bagi Masyarakat dan Kampus,

Dapat digunakan sebagai informasi tambahan dan sumbangan ilmu pengetahuan, serta dapat dijadikan tambahan pembendaharaan perpustakaan bagi Sekolah Tinggi Manajemen Transport Trisakti.

c. Bagi Perusahaan,

Dapat digunakan sebagai bahan acuan serta sumbangan pemikiran di dalam mengambil suatu keputusan perusahaan yang lebih bijaksana dimasa yang akan datang.

D. Hipotesis

Adapun hipotesis penelitian adalah di duga ada pengaruh antara status karyawan dengan pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia. Artinya apabila status karyawan disetarakan maka pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia akan meningkat. Karena status karyawan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang.

E. Metode Penelitian

1. Jenis dan Sumber Data

Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif dalam bentuk angket dan data kuantitatif dalam bentuk skor dari jawaban angket. Sedangkan untuk sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data-data yang diperoleh dari perusahaan yang bersangkutan berupa laporan dan dokumen.

2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya, dan populasi disini adalah jumlah karyawan Garuda Indonesia secara keseluruhan yang rata-rata berjumlah 500 orang. Sedangkan sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dikutip oleh Suharsimi Arikunto (2002:112) jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% dari jumlah populasi, jadi sampel disini merupakan jumlah karyawan yang dipilih secara acak, sebanyak 50 karyawan.

3. Metode Pengumpulan Data

Adapun metode yang dilakukan oleh penulis dalam menunjang hasil penelitian yaitu:

a. Riset Lapangan (field research)

Metode penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlakukan secara langsung dari objek penelitian atau perusahaan yang diteliti. Dalam memperoleh data tersebut penulis menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu:

1) Pengamatan secara langsung (observasi), wawancara (interview) secara lisan kepada pihak-pihak yang berwenang dalam memberikan data dan keterangan-keterangan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.

2) Survey melalui kuesioner yang akan dibagikan kepada 50 orang responden yang dimbil secara acak dari … orang karyawan check – in counter.

b. Riset Kepustakaan (library research)

Melalui riset kepustakaan ini diperoleh data sekunder. Data semacam ini diperoleh melalui buku-buku acuan, literature, text book, dan sumber lain yang berhubungan dengan variable penelitian yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini.

4. Metode Analisis Data

Penulis melakukan analisis pengaruh antara status karyawan terhadap kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia. Dalam rangka menganalisa data dari dua variable yang ada, yaitu status karyawan (X) dan kualitas pelayanan check – in counter pada Penumpang (Y). Maka penelitian ini menggunakan teknik analisis data 2 variabel, dengan menggunakan metode statistik.

Prosentase : frequensi jawaban ΣY - b ΣX

Prosentase = ────——— x 100%

total jawaban

Y = a+bX

Dimana:

Y = Variabel Terikat a = Bilangan tetap

X = Variabel Bebas b = Koefisien regresi

Untuk mencari nilai a dan b

ΣY - b ΣX

a = ────———

n

n - ΣXY − (ΣX) . (ΣY)

b = ——————————

n - ΣX² − ( ΣX )²

b. Analisis Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi merupakan indeks atau bilangan yang digunakan untuk mengukur keeratan (kuat, lemah, atau tidak ada) hubungan antar variabel. Koefisien korelasi memiliki nilai antara –1 dan +1 (-1 ≤ r ≤ +1) yang artinya:

a. Jika r = -1 atau mendekati -1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatakan sangat kuat tetapi negatif.

b. Jika r = +1 atau mendekati +1, maka hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatakan sangat kuat tetapi positif.

c. Jika r = 0 atau mendekati 0, maka tidak ada hubungan antara kedua variable atau hubungan sangat lemah.

4. Kesimpulan:

Jika thitung dianalisa > ttabel (thitung >ttabel) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hubungan X dan Y signifikan. Dan apabila thitung <>tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya hubungan X dan Y tidak signifikan.

F. Sistematika Penulisan

Adapun materi skripsi yang dibahas ini dibagi 5 (lima) bab, dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, hipotesis, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini memberikan uraian secara sistematis tentang variabel penelitian yaitu pengertian jasa, jasa angkutan, pelayanan chck - in counter dan kepuasan penumpang.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Bab ini berisi tentang hal-hal yang mencakup sejarah perusahaan, manajemen dan organisasinya serta kegiatan perusahaan.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi data mengenai analisis hubungan status karyawan dengan kualitas pelayanan check – in counter pada penumpang Garuda Indonesia tahun 2009.

BAB V PENUTUP

Bab ini merupakan bab terakhir, yaitu kesimpulan dari bab IV serta penyampaian saran-saran oleh penulis kepada PT Garuda Indonesia yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan.



DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Anditia

Umur : 21 Tahun

Tanggal lahir : Tangerang, 04 April 1987

Agama : Islam

Bangsa : Indonesia

Tempat Tinggal : Jl. Meteorologi No.48 03/11 Tanah Tinggi Tangerang



PENDIDIKAN

Ø Tamatan SD Daan Mogot 3, Tahun 1993 – 1999 Berijazah.

Ø Tamatan SLTPN 2 Tangerang, Tahun 1999 – 2002 Berijazah.

Ø Tamatan SMUN 6 Tangerang, Tahun 2002 – 2005 Berijazah.

Ø Kuliah di STMT Trisakti, dari Tahun 2006 s/d sekarang.



DAFTAR PUSTAKA

1. Anto Dayan

Pengantar Metode Statistik, LP3ES, Jakarta, 1981

2. Kuntjoroningrat

Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta, 1986

3. Nazir Moh., Ph.D.

Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, Juli 1977