twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Monday, November 30, 2009

Oleh Bety Novianty.

“Analisis Faktor-faktor Ynag Menyebabkan Keterlambatan Penerbangan Pada PT Garuda Indonesia Yang Ditangani oleh PT Gapura Angkasa Cabang Bandar Udara Juanda Surabaya Periode 2004-2006”.

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Ketepatan waktu penerbangan, baik itu saat keberangkatan maupun kedatangan pesawat, merupakan aspek yang sangat penting dari suatu perusahaan penerbangan di dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa angkutan udara.
Hal tersebut merupakan salah satu aspek yang menjadi harapan penumpang selain aspek keselamatan dan kenyamanan, terutama bagi penumpang yang melakukan perjalanan untuk tujuan bisnis.
Ketepatan waktu dalam penyelenggaraan jadwal penerbangan akan menjadi pertimbangan utama dan juga sebagai tolak ukur kepercayaan para pengguna jasa angkutan udara. Hal ini dikarenakan di era yang serba cepat dan modern ini waktu menjadi prioritas utama, dimana setiap orang menjadi sangat menghargai waktu. Sehingga dalam hal ini perusahaan penerbangan, termasuk Garuda Indonesia sebagai salah satu perusahaan penerbangan domestic yang besar, dituntut pula untuk dapat menyuguhkan pelayanan dengan tingkat tampilan tepat waktu yang tinggi. Masalah keterlambatan jadwal penerbangan adalah masalah yang memerlukan penanganan yang serius. Hal ini menjadi tanggung jawab keseluruhan unit kerja perusahaan penerbangan salah satunya adalah kegiatan dari Passenger Handling. Hal ini dikarenakan bahwa dalam perusahaan penerbangan masing-masing kegiatan merupakan suatu kesatuan mata rantai yang berintegrasi, dimana apabila satu unit kerja tidak bekerja dengan baik maka akan mempengaruhi pelayanan operasi penerbangan secara keseluruhan.
Bila terjadi keterlambatan penerbangan, itu berarti tidak hanya menimbulkan kerugian bagi perusahaan penerbangan yang bersangkutan, tetapi juga bagi penumpang karena kehilangan nilai waktu. Untuk menekan semenimal mungkin keterlambatan yang terjadi, suatu perusahaan penerbangan harus mengetahui faktor-faktor yang menyebabkannya dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi faktor-faktor tersebut.
Terdapat 2 (dua) faktor yang mempengaruhi keterlambatan penerbangan pada PT Garuda Indonesia. Pertama adalah faktor internal yang berasal dari kondisi di dalam perusahaan, meliputi aspek sumber daya manusia, aspek manajemen perusahaan, dan aspek niaga. Kedua adalah faktor eksternal yang berasal dari kondisi diluar perusahaan, meliputi faktor ground handling yang terbagi 2 yaitu penyebab dapat diatasi (Avoidable factor) dan penyebab yang sulit diatasi (Unavoidable factor). Avoidable factor terdiri dari station handling, commercial, technic, system, flight operations. Sedangkan Unavoidable factor terdiri dari weather, governmental, authorities, miscelleaneous.
Keterlambatan penerbangan yang terjadi pada suatu perusahan penerbangan akan berdampak langsung terhadap biaya operasi, dan citra airlines itu sendiri. Jadi, terutama bagi Garuda Indonesia yang ingin dapat berkompetisi secara global dengan airlines domestik lainnya, harus mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada penumpang dengan didukung oleh pencapaian ketepatan waktu penerbangan yang tinggi.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi atau karya tulis ilmiah dengan judul: “Analisis Faktor-faktor Ynag Menyebabkan Keterlambatan Penerbangan Pada PT Garuda Indonesia Yang Ditangani oleh PT Gapura Angkasa Cabang Bandar Udara Juanda Surabaya Periode 2004-2006”.
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian yang dikemukakan pada latar belakang masalah diatas, bahwa masalah keterlambatan penerbangan harus mendapatkan perhatian yang serius, karena merupakan salah satu faktor yang menjadi tolak ukur keberhasilan operasi perusahaan penerbangan, akan dibahas dan dianalisis lebih lanjut oleh penulis:
a. Masalah internal yang mempengaruhi keterlambatan penerbangan, yang terdiri dari faktor sumber daya manusia, manajemen perusahaan, dan aspek niaga.
b. Masalah eksternal yang mempengaruhi keterlambatan, penerbangan, yang terdiri dari faktor Ground Handling yang terbagi 2 yaitu penyebab dapat diatasi (Avoidable factor) dan penyebab yang sulit diatasi (Unavoidable factor).
1). Faktor-faktor penyebab keterlambatan penerbangan yang dapat diatasi (Avoidable factor) terdiri dari: station handling, commercials, technic, system, dan flight operations.
2). Faktor-faktor penyebab keterlambatan penerbangan yang sulit diatasi (Unavoidable factor) terdiri dari: weather, governmental authorities, dan miscelleaneous.
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang dijabarkan di atas, penulis memebatasi permasalahan dalam penelitian ini pada masalah faktor-faktor keterlambatan yang berdasarkan delay code dan pengaruhnya terhadap time of delay pada PT Garuda Indonesia tahun 2004 sampai dengan tahun 2006.
3. Pokok Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, pokok permasalahan yang di rumuskan adalah sebagai berikut:
a. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan penerbangan PT Garuda Indonesia pada cabang Surabaya?
b. Berapa lama waktu keterlambatan dan rata-rata keterlambatan terhadap delay code periode 2004-2006?
c. Bagaimana upaya yang dilakukan PT Gapura Angkasa mengatasi keterlambatan?


C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keterlambatan penerbangan PT Garuda Indonesia pada cabang Surabaya.
b. Untuk mengetahui berapa lama waktu keterlambatan dan rata-rata keterlambatan terhadap delay code periode 2004-2006.
c. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan PT Gapura Angkasa mengatasi keterlambatan.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian adalah sebagai berikut:
a. Bagi Penulis
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang keterlambatan penerbangan pada PT Garuda Indonesia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
b. Bagi Perusahaan
Sebagai lahan pertimbangan di dalam menentukan strategi pengambilan keputusan dalam rangka mengurangi keterlambatan penerbangan pada PT Garuda Indonesia di masa yang akan datang.

c. Bagi Lembaga (STMT Trisakti)
Sebagai informasi tambahan mengenai keterlambatan penerbangan suatu perusahaan penerbangan, serta dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai data dokumentasi perpustakaan STMT Trisakti.

D. Metode Penelitian
Di dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode-metode penelitian sebagai berikut:
1. Metode Pengumpulan Data
Metode yang dipergunakan untuk pengumpulan data dalam peneltian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Riset Lapangan (Field Research)
Data yang dipergunakan adalah dokumentasi perusahaan, yaitu Monthly Report of Delay Reason PT Gapura Angkasa tahun 2004-2006 dan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap masalah-masalah yang menjadi faktor-faktor keterlambatan pesawat, yang penulis lakukan salama mengadakan praktek kerja lapangan.
b. Riset Kepustakaan (Library Research)
Penulis mengumpulkan data-data atau tulisan-tulisan yang berhubungan dengan penelitian ini dari berbagai sumber, diantaranya beberapa buku bacaan, bahan-bahan perkuliahan, dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan materi skripsi.
2. Metode Analisis Data
Dalam metode analisis data penulis menggunakan analisis Deskriptif Eksploratif dan Deskriptif Developmental. Menurut Suharsimi Arikunto (1993:209-210) yang penulis kutip dari buku Pedoman Penulisan Skripsi, riset deskriptif eksploratif dan deskriptif developmental bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Dalam hal ini penelitian hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu dan membandingkannya dengan suatu standar atau toleransi yang telah disepakati dunia penerbangan.

No comments:

Post a Comment